Nadira
mengguntingnya! Selendang merah itu berada di kamar 13, entah siapa pemiliknya.
Tanpa
dia sadar, sosok menyeramkan mengamatinya dari belakang. Sorot matanya murka.
Kedekatan
Naadira dan Bu Farin membawa mereka bertualang di Hotel Akasia, tempat penuh
misteri.
Tempat
berarsitektur unik itu menyuguhkan kisah seram bagi keduanya ketika harus
menginap di Sukabumi. Informasi beredar bahwa pemilik hotel sarat dengan praktik perdukunan dan penuh dendam.
Mereka
dijadikan korban selanjutnya. Benda yang mereka temukan itu ternyata bukan
benda biasa, ada aura magis di dalamnya.
Rangkaian
peristiwa menyeramkan harus dilalui Nadira bersama Bu Farin karena benda itu,
selendang peninggalan seorang guru tari.
Buku Kesepuluh
Yuhuuuu!
Ini
bukuku yang ke-10, sekaligus edisi spesial aku yang ke-3 (setelah The Doll dan
Paranormal Angle) dari 4 buku yang aku kategorikan ada di edisi spesial.
Sebenernya,
ini masih mengusung dua tokoh utama yang jadi jagoan dan andalan edisi spesial,
yakni siswi SMA dengan salah satu ibu guru di sekolahnya.
Ibu guru itu punya karakter friendly, gaul, nyablak dan … pokoknya
jauh banget dari stigma guru yang biasanya kaku dan galak.
Novel
ini mengambil tema penginapan angker. Ceritanya, Nadira dan Bu Farin di sana
digangguin makhluk-makhluk yang ternyata punya maksud lain kepada mereka.
Nadira
dan Bu Farin akhirnya harus saling menolong supaya sama-sama bisa keluar dari
masalah ini dengan selamat.
Bagi
Nadira yang enggak mau repot, hal ini jadi masalah besar—apalagi kunjungannya
ke Sukabumi sama sekali bukan untuk mengurusi hal semacam ini.
Ketika
Nadira ingin menyerah, Bu Farin yang biasanya bersikap kekanakan di depan
Nadira secara tiba-tiba jadi sosok yang penyabar banget dan siap nguatin Nadira
kapan pun.
Untuk
ukuran guru, Bu Farin bahkan memperlakukan Nadira lebih baik dari sekadar murid kelas 2 SMA yang
diajarnya.
![]() |
Buku kesepuluh karyaku. Novel Haunted Room. |
Banyak Pembaca
yang Baper
Di buku ini aku buat banyak
adegan jump scare-nya. Tapi yang udah baca buku Haunted Room ini justru baper sendiri sama
tokoh Nadira dan Bu Farin. Katanya
so sweet-so sweet gimanaaa gitu. Chemistry-nya dapet.
Bahkan,
lewat DM Instagram enggak sedikit yang bilang kalau mereka pengen punya guru
kayak Bu Farin di sekolah mereka.
Hahaha.
Aku ketawa aja. Tokoh
Bu Farin dan semua pemeran utama guru di edisi spesial memang aku ambil dari
salah satu guru matematika yang ngajar aku di sekolah selama 2 tahun ini
(tentunya atas sepengetahuan dan persetujuan beliau ketika karakter beliau aku jadikan tokoh dalam
novel fiksi).
“Sekolah
enggak suntuk dan malesin lagi kali, ya, kalau gurunya tipe-tipe Bu Farin
gini?” itu salah satu
pertanyaan yang disampaikan ke
aku lewat DM Instagram atau ketika aku buka sesi QnA di Instagram.
Bagiku
sendiri, aku bikin Haunted Room memang ketika aku lagi suntuk, penat, dan
banyak hal yang belum tersampaikan di dunia nyata.
Akhirnya,
aku rangkai dalam cerita di novel ini.
Jujur,
awalnya aku mengira Haunted Room tidak akan sebagus The Doll dan Paranormal
Angle dari segi cerita dan chemistry
yang terbangun antara tokoh utama. Tapi ternyata justru sebaliknya.
By the way,
berkat ini, netizen jadi pada ngefans dengan tokoh asli Bu Farin bahkan enggak
jarang mereka nebak-nebak siapa itu Bu Farin yang sebenarnya.
Penasaran?
Kepoin Instagram aku di @sarahannisaf atau beli aja bukunya dan temuin siapa
sebenernya Bu Farin di bagian Thanks to.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar